Peneliti Columbia Soroti Hasil Riset Tidak Berdampak

BOGOR, 7 Mei 2026- Peneliti University of British Columbia Prof. Christopher P.A. Bennett, menilai relasi antara kebijakan dan riset di Indonesia belum berjalan seimbang sehingga hasil riset yang baik tidak menghasilkan dampak yang baik bagi masyarakat.

Penilaian tersebut disampaikan Prof. Christopher saat menjadi pembicara di acara Deklarasi Asosiasi Dosen dan Peneliti Komunikasi Indonesia (ADPIKI), di IPB International Convention Center, Bogor, Kamis, 7 Mei 2026. ”Seringkali tidak ditemukan perubahan setelah adanya kajian akademik,” kritik Prof. Christhoper.

Prof. Christhoper memusatkan perhatiannya pada isu-isu lingkungan di Indonesia. Salah satu yang dia soroti adalah program reboisasi di sejumlah kawasan hutan lindung di Indonesia, justru gagal karena faktor kebijakan. Pada kenyataannya masyarakat lebih memilih melakukan budidaya hutan, ketimbang mengolah hutan lindung. “Bukan masalah dana, tetapi masalah lain yang terkait kebijakan” ujarnya.

Ia berharap bahwa ADPIKI hadir sebagai sarana inisiasi yang mempertemukan antara kebjakan dan dampak riset sebagai satu sarana membangun yang efektif. Komunikasi, kata Prof. Christhoper bisa mengambil peran deseminasi yang efektif. 

Saat ini, program reboisasi misalnya dapat didesiminasikan melalui internet, didesain dalam konsep eco-wisata sehingga semua orang akan tertarik dalam program tersebut. “Kalau kita fokus pada dampak, kita akan berkembang. Kalai kita hanya memikirkan lokakarya, belum tentu ada hasilnya,” tutup Prof Christhoper.(*)

-MM-

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *