Pakar Komunikasi UMB Soroti Tantangan Pemberdayaan dan Komunikasi Institusi di Era Digital

Dies Natalis ke-32 FIKOM Universitas Mercu Buana

Jakarta, 26 Mei 2026 – Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (FIKOM UMB) kembali melanjutkan rangkaian akademik “Bunga Rampai Menuju Komunikasi yang Adaptif” sebagai bagian dari Dies Natalis ke-32 FIKOM UMB. Webinar yang digelar Selasa (26/5) ini merupakan batch kedua dari tiga seri kegiatan akademik yang dirancang untuk memperkuat tradisi keilmuan, diseminasi riset, dan dialog kritis mengenai perkembangan ilmu komunikasi di era digital.

Mengangkat tema “Transformasi Komunikasi: Pemberdayaan Masyarakat dan Representasi Institusi di Media Baru,” webinar diikuti ratusan peserta dari kalangan dosen, mahasiswa, peneliti, dan pemerhati komunikasi dari berbagai institusi. Forum menghadirkan Dr. Gadis Octory, S.IKom., M.IKom. dan Dr. Sabena, S.IKom., M.IKom., dengan Dewi Ambarsari, S.Sos., M.I.Kom. sebagai moderator. Ketiganya juga aktif sebagai pengurus ADPIKI (Asosiasi Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia), yang memperkuat jejaring akademik dalam forum tersebut.

Pada sesi pertama, Dr. Gadis Octory mendiseminasikan hasil riset doktoralnya melalui materi “Transformasi Komunikasi Pembangunan di Era Media Baru: Dari Difusi Inovasi menuju Partisipasi dan Komunikasi Adaptif, Refleksi dari Riset Pemberdayaan Komunitas Kreatif di Kecamatan Setu.”

Paparan ini menyoroti bagaimana komunikasi pembangunan tidak lagi efektif dijalankan secara top-down, tetapi membutuhkan integrasi antara difusi inovasi, partisipasi masyarakat, dan komunikasi konvergen dalam praktik pemberdayaan komunitas. Temuan riset memperlihatkan bahwa masyarakat perlu diposisikan sebagai aktor perubahan, bukan sekadar penerima program pembangunan.

Sebagai dosen FIKOM Universitas Mercu Buana dan lulusan doktor Ilmu Komunikasi Universitas Sahid, Dr. Gadis aktif dalam penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang komunikasi pembangunan, komunikasi digital, branding, dan pemberdayaan komunitas.

Sementara itu, Dr. Sabena membawakan materi “Transformasi Komunikasi Institusi di Era Media Baru: Representasi, Interaksi Publik, dan Citra Institusi di Platform Digital.” Ia menjelaskan bahwa era media baru telah mengubah relasi institusi dan publik, ketika citra tidak lagi dibangun sepihak melalui pesan resmi, melainkan dipengaruhi oleh interaksi, komentar, budaya digital, dan percakapan media sosial yang berlangsung secara real time.

Sebagai pakar ilmu komunikasi, Dr. Sabena memiliki pengalaman di bidang media, komunikasi strategis, dan komunikasi publik, serta aktif dalam berbagai forum penguatan wawasan kebangsaan dan pengembangan kepemimpinan, termasuk jejaring BPIP dan Lemhannas.

Forum yang dipandu Dewi Ambarsari, S.Sos., M.I.Kom. berlangsung dinamis dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat pada sesi diskusi dan tanya jawab yang mengangkat berbagai persoalan aktual di bidang komunikasi.

Beberapa pertanyaan peserta menyoroti tantangan penelitian komunikasi di lapangan, terutama dalam membangun akses, menjaga objektivitas, dan menerjemahkan teori ke dalam realitas sosial yang kompleks. Pertanyaan lain juga mengarah pada tantangan program pemberdayaan masyarakat, seperti bagaimana menjaga keberlanjutan inovasi, membangun partisipasi yang tidak semu, menghadapi resistensi masyarakat, serta memastikan program pemberdayaan tetap berjalan setelah pendampingan selesai.

Diskusi berkembang pada isu penting mengenai bagaimana akademisi dan praktisi komunikasi dapat menjembatani kebutuhan masyarakat, institusi, dan perkembangan teknologi digital agar komunikasi tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga transformatif dan berdampak sosial.

Melalui batch kedua Bunga Rampai Menuju Komunikasi yang Adaptif, FIKOM Universitas Mercu Buana menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang akademik yang mendorong lahirnya gagasan komunikasi yang adaptif, partisipatif, dan relevan dengan tantangan zaman, sekaligus memperkuat kontribusi ilmu komunikasi bagi pembangunan masyarakat dan transformasi institusi di era digital.

(end)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *