Sekilas Tentang ADPIKI

Dalam konteks transformasi tata kelola pendidikan tinggi, riset, dan inovasi nasional, diperlukan sumber daya dosen dan peneliti yang professional serta konsolidasi kelembagaan. Hal itu diperlukan sebagai representasi kepentingan akademik secara kolektif, terstruktur, dan berkelanjutan. Atas dasar kebutuhan tersebut, saat ini tengah dipersiapkan pembentukan Asosiasi Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia (ADPIKI) sebagai organisasi profesi nasional yang menghimpun dosen dan peneliti dalam rumpun Ilmu Komunikasi.

Hingga saat ini, belum terdapat wadah nasional yang secara khusus merepresentasikan dosen dan peneliti Ilmu Komunikasi sebagai satu komunitas epistemik (epistemic community) yang solid dalam percaturan kebijakan pendidikan tinggi dan riset. Padahal, Ilmu Komunikasi memiliki kontribusi strategis dalam pembangunan segala bidang , termasuk demokrasi, transformasi digital, literasi publik, industri kreatif, hingga tata kelola informasi nasional serta isu-isu global dan multinasional.

Dalam rumpun Ilmu Komunikasi memang sudah berdiri beberapa oraganisasi yang telah dulu berdiri, namun belum ada yang spesifik menaungi khusus dosen dan peneliti ilmu komunikasi :

  1. PERHUMAS (Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia) adalah organisasi profesi yang mewadahi para praktisi dan akademisi di bidang hubungan masyarakat (humas/PR) di Indonesia.
  2. Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) terdiri dari para sarjana, praktisi, akademisi, dan peneliti yang memiliki latar belakang atau minat di bidang ilmu komunikasi.
  3. ASPIKOM (Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi) terdiri dari institusi yakni program studi dalam rumpun  pendidikan tinggi ilmu komunikasi di Indonesia.

4. APIK PTM (atau sekarang lebih dikenal sebagai APIK PTMA) adalah Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah

  • ASIKOPTI (Asosiasi Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Islam) terdiri Fokus utama para anggota ini adalah membangun kolaborasi antar Perguruan Tinggi Islam untuk mencapai akreditasi unggul serta mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam kajian ilmu komunikasi
  • ASKOPIS (Asosiasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam) adalah untuk memajukan

dan mengembangkan bidang Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) baik di ranah akademik maupun praktis.

Pembentukan ADPIKI dimaksudkan sebagai langkah konsolidatif untuk:

Membangun representasi kolektif dosen dan peneliti Ilmu Komunikasi dalam dialog kebijakan dengan kementerian, lembaga riset nasional, dan pemangku kepentingan lainnya.

Memperkuat legitimasi profesi melalui pengembangan standar kompetensi, kode etik, dan tata kelola akademik yang akuntabel.

Mengintegrasikan jejaring riset nasional guna meningkatkan daya saing publikasi, inovasi, dan hilirisasi keilmuan komunikasi.

Menguatkan posisi Ilmu Komunikasi dalam arsitektur kebijakan pendidikan tinggi dan riset nasional. Secara normatif, pembentukan asosiasi ini sejalan dengan:

  1. Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 52 Tahun 2025 tentang Profesi, Karier, dan Penghasilan Dosen;
  • Peraturan BRIN Nomor  3 Tahun  2025 tentang  Petunjuk  Pelaksanaan  dan Teknis  Jabatan Fungsional di Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Riset, dan Inovasi.

Regulasi tersebut menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan profesi dalam mendukung sistem karier, pengakuan kinerja, dan akuntabilitas akademik. ADPIKI diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam implementasi kebijakan tersebut, khususnya dalam rumpun Ilmu Komunikasi.

Dengan demikian, ADPIKI tidak sekadar menjadi organisasi administratif, melainkan platform konsolidasi epistemik dan advokasi profesi yang berperan dalam: Penyusunan rekomendasi kebijakan bidang komunikasi; Penguatan standar mutu pendidikan dan riset; Advokasi hak dan kewajiban profesi dosen dan peneliti; Pengembangan ekosistem inovasi dan kolaborasi lintas perguruan tinggi serta lembaga riset.

Pembentukan ADPIKI

Wacana pembentukan  asosiasi  dosen dan  peneliti dalam rumpun Ilmu  Komunikasi  sudah  mulai dibicarakan secara daring pada petengahan Tahun 2025, namun kemudian terputus. Wacana itu, muncul lagi saat Musyawarah Wilayah (Muswil) VI ASPIKOM Jabodetabek di Universitas Mercu Buana telah dilaksanakan pada hari Kamis, 6 November 2025. Keinginan itu, makin diperkuat Ketika beberapa orang akademisi berkumpul di acara Munas (Musyawarah Nasional) IX Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) di Hotel Savoy Homann, Bandung pada pertengahan November 2025.

Para inisiator ADPIKI adalah : Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm. (UPNV Jakarta), Dr. Heri Budianto,M.Si (Universitas Mercu Buana), Prof.Dr. Puji Lestari (UPN Veteran Yogyakarta), Prof. Dr. Najib Husain (Universitas Halu Oleo-Kendari), Prof.Dr. Moh Khairil (Universitas Tadulako-Palu), Prof. Dr. Prahastiwi Utari (UNS-Surakarta), Prof .Dr. Iskandar Zulkarnain (USU-Medan), Prof.Dr. Dewi Kurniawati (USU- Medan), Dr. Mulharnetty Syas (Universitas Paramadina), Dr. Muhammad Aras (Binus University), Dr. Sri Sedianingsih,M.Si (UT), Dr. Afdal Makkuraga Putra, (UMB), Dicky Andika, M.Si (UMB), Asep Mulyana, M.Ikom (UMB).

Rapat awal Pembentukan ADPIKI tanggal  24 Januari  2026 secara daring  dan  dilanjutkan  Rapat berikutnya pada tanggal 2 Februari 2026 secara daring, dan Rapat Ketiga dilaksanakan di Ruang Rektorat Kampus UPN Veteran Jakarta pada tanggal 9 Februari 2026 yang dibuka oleh Rektor UPNV Jakarta Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm. Hasil Rapat Pembentukan di UPN Veteran Jakarta, memberikan Amanah kepada Dr. Heri Budianto.M.Si sebagai Ketua Umum dan dapat menyusun pengurus ADPIKI.

Deklarasi ADPIKI dilaksanakan pada: Hari/Tanggal : Kamis, 7 Mei 2026

Tempat : IPB International Convention Center (IICC) Mall Botani Square Lantai 2

Jl. Raya Pajajaran, Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor, Jawa Barat

Kegiatan dirangkaikan dengan: Deklarasi , Pelantikan Pengurus, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Simposium Nasional Ilmu Komunikasi.

Kami meyakini bahwa penguatan posisi Ilmu Komunikasi dalam lanskap kebijakan nasional hanya dapat terwujud melalui solidaritas dan konsolidasi kolektif para dosen dan peneliti di seluruh Indonesia. Momentum ini diharapkan menjadi tonggak sejarah penguatan legitimasi akademik dan politik-kelembagaan Ilmu Komunikasi Indonesia.